AddThis

Share |

Kamis, 27 Mei 2010

Istana Kayu (6)

Kalau tiba hari itu apa yang akan kau lakukan?Kuil, kata si tua berjenggot putih.kuil tempat semua kayu-kayu di tatah menjadi patung. dia adalah pemilih kayu yang indah-indah.di tak pernah memilih yang keras-keras. terlepas dari itu semua, aku bertanya: ini kuil, pak? Ya, menurutku.ketegangan adalah sesuatu yang dicari kebisingan yang seperti mesin raksasa menderu-derudi kepala bukanlah tempat yang dituju. pecahan hati laksana air yang tak bisa di rekat di sini.kalau ini istana kayu, itu sedikit masuk akal. terlepas dari itu semua, aku bertanya: ini kuil? Tak ada jawaban. tiba-tiba; ya, menurutku.cahaya terang di ujung kuil itu kudatangi. mau kutemui pak tua yang bersuara itu. tapi tak ada siapa...

Selasa, 25 Mei 2010

Istana Kayu (5)

<< setiap kali, nyaris selama sebulan penuh, saya dan teman saya Valent, bertemu dengan gadis itu di pintu gerbang yang belum sepenuhnya terpentang. Dia biasanya sudah berbedak anti-matahari dan kami sering menyapa selamat pagi dan bertukar senyum, pengalaman yang mengharukan sekaligus menyejukkan >> Tiap kai kutemui dia di taman dengan senyum manis di tambah lesung pipinya.membuatku terkesima pada kekuatan seperti itu. pada keadaan seperti itu. Sesuatu hal kadang menampilkan pandangan ironis dan tak adil.tapi benarkah dia merasakan itu?dia belum pernah mengeluh bahkan tak pernah berpikir bahwa hari lahirnya perlu dikutuk sebab adil dan ketakpantasan.dan dia, kurasa seperti...

Senin, 24 Mei 2010

michael jackson - heal the world (lyrics)

Sha...

Minggu, 23 Mei 2010

Istana kayu (4)

 << kadang-kadang di celah-celah ributnya mesin pemotong/ bubut, saya memandangi teman-teman buruh perempuan saya yang bekerja dengan tekun, mungkin saking tekunnya sehingga tatapan mereka kelihatan kosong. Saat itulah saya ingin cepat2 kembali dan menulis sajak untuk mereka, sebab saya takut kenangan akan perjuangan mereka lenyap >> Aku setuju kalau dia berpikir bahwa masa mudanya itu mesti terus diisi dengan datang subuh-subuh ke taman itu dan duduk di bawah pohon rindang. dengan Aster merah mua di kelilingnya.dia mengumpulkan bunga.dia indah sekali. sepenuhnya aku yakin. dia juga akan menjadi indah di masa tua. tapi akankah hari setelah hari ini akan menjadi seperti mimpinya? Kadang...

Sabtu, 22 Mei 2010

Istana Kayu (3)

<< biasanya pagi-pagi saya dan teman baik saya, Valent, datang dengan ojek ke pabrik itu. Kami sering berpapasan dengan seorang perempuan muda yang sudah bersuami dan beranak (keguguran, kata orang). Dia masih sangat muda: 16 thn >> Merah muda warna bajumu. dengan kening lembut di atasnya. mengelokkan parasmu.di atas kepalamu matahari bersinar terang.tepat di atas mahkota kecantikanmu. yang selalu kau bungkam dengan selendang hitam.kulihat kau di istana kayu itu. Aku ingin selalu bercerita sebagai pembuka suasana baru ini. Beberapa masa yang lampau, seorang gadis belia berjalan dengan nyanyian datar di bibirnya.ketika itu, burung-burung berhenti mengepakkan sayap di udara.mereka...

Jumat, 21 Mei 2010

Istana Kayu (2)

<< masih di pabrik kayu yang di tengah hutan bambu itu, kami mengatur palet dan mengguling gelondongan dari Sulawesi. Kebetulan Valent asalnya dari Sulawesi, malah di tempat asal kayu itu sendiri. Ketika saya lihat wajahnya, dia tampak tidak suka >> Aku tahu sudah sayang. sebelum bibir merahmu itu dekat ke telingaku. kau tahu aku mengerti ketika bening matamu memantulkan ketulusan dalam sebuah gugusan cita yang mulia saat takdirmu dan takdirku tercipta. Aku tahu, kau tahu bahwa takdir itu mengikuti kesucian perjuanganmu dan langkahku.dia bukan sesuatu yang mati. dia hidup seperti kita.seperti...........kata yang keluar dari kecemerlangan matamu yang ingin kudengar setiap kali...

Kamis, 20 Mei 2010

Istana Kayu (1)

<< entah hari ke berapa di Perusahan Kayu orang Cina yang tersembunyi dalam rindangnya jalinan pohon bambu. Saya biasanya duduk di atas tumpukan gelondongan kayu yang mudah rumpang. Inilah suatu kali ketika teman saya, Valent tertindih ujung gelondongan >>   Aku tahu awal bulan orang-orang datang ke rumah itu. sebuah rumah yang kita sebut istana kayu. tapi tidakkah kau tahu untuk apa aku datang.Orang-orang itu datang. terlebih untuk apa kau datang dan kita bersama masuk ke dalamnya setiap kali kabut mulai menipis. Aku tahu awal bulan orang-orang datang ke rumah itu. sebuah rumah yang kita sebut sebagai taman bermain kita.Tapi aku tidak tahu. atau kau tahu untuk apa kita terima...

Candry di Tatahan Senyum

<< sajak dibuat ketika saya tengah duduk di atas rumah panggung sederhana di daerah Pattene, sementara di samping saya ada temen saya: Valen dan Soni, Petrus sedang cuci muka di sumur >> Bagaimana kuterangkan pengetahuan bila yang kuterima senyummu?setiap kali rambutmu diselubungi kain biru tua, aku jadi jera pada pengetahuan.tanpa.............pengertian..........lembaran-lembaran yang kosong belum tentu dapat di baliksetiap kali di isi penuh. Di ujung mega, kupu-kupu biru bermain girang.semakin tinggi terbangnya, mengepak tak lelah ke segala penjuru.tempat itu yang kutunggu setiap datang pagi ke sini melihat bekas-bekas senyumdan melihat kembalisetiap kali...........sekali lagimelihat...

Rabu, 19 Mei 2010

"...jangan! janinku..." 2

Menunggu penuh senyumkarena hidup kehidupan yang ramaikan sepi ketika satu kehidupan datang 10 minggu lewataku bukan jadi hidup yang ada di dekatmusudah tertimbun ceritaku dalam pasir bersama kerisauanaku terus menangis dalam keterlupaan akan sedihkutanya? bolehkah? untuk apa sesiapa mempertahankan hidup dengan hidupku?walau begitu, tak mengapatapihanya dia satu keramaianku nantisehingga tak akan kuasa aku dalam keterpisahan dengan dirinyabagai tak ada dan tak pernah nyata hidupkusesiapa itu?sesiapa yangsesiapa kansayangi akupeluk akuboleh? cintailah hidupku yang telah terberikan cuma-cuma iniboleh?hidup sepuluh mingguku!MU...

Senin, 17 Mei 2010

"...jangan! janinku..."

Sepuluh minggu baru kusadaridua kesadaran atas dua kehidupan bersama diriku terlelap, terkejut, sepi.aku helai nafasku hanya untuknyasepuluh minggu tak tahu putra atau putri. yang kumengerti ialah hidupkuwalau aku dinista gadis pembawa aib aku. sendiri. kara sebatang sepi dalam hidupkubila kehidupan pedih ditinggal pengasuhansepuluh minggu setelah aku terlahir, bulan menjadi berkat? lalu, tanpa kuasa cinta bertubuh pada tempat yang salahhina sehina hinanya kutukan cintakudina benarkah buahku? tak apa, dia tak perlu salahkan sesiapa yangsesiapa kanlagitanpa teman dan pegangankuterus menan...

Minggu, 16 Mei 2010

Di sini, di pusara rumahku 2

Di sini, di pusara rumahku aku masih membuat mainan untuk cucu-cucukusiapa tahu mereka senang mainan dari tangan kurus dan kering initak ada yang dapat menilai entah siapa pun diamainan buatan tanganku atau mainan buatan pabrik semuanya samanilainya karena itu hasil...hasil karya kita Dulu cemara-cemara itu tumbuh dari air yang berkekuranganhanya setetes dan setetes tapi dari bantingan lenganku inimereka jadi tumbuh subur menjulang...menjulangtinggi dan lebih tinggi lagi Di sini, di pusara rumahku aku tersenyum dan menangis suka karenacemara-cemara tinggi iturumahku inipernah disukai orang.ah, tangan...

Di sini, di pusara rumahku 1

(mau mencintai buruh. bukan sebulan. bukan setahun. tapi seumur hidup) Di sini, di pusara rumahku aku melihat keluar dari balik jendela kamar keluargapohon-pohon cemara yang tinggi-tinggi menjulang mengorek angkasa mereka mengelilingi rumahkurumah yang kubentuk sendiri dengan kedua tangan kurusku iniah cerita laluwaktu kekuatanku tak tertandingilenganku adalah asal cemara yang tinggi-tinggi ituwaktu mataku adalah pandangan yang paling lurus itu dulu, dulu sekali Dua laki dan dua satu nona anakku dari ibu pekerja sejati yang sangat mencintaikumereka bukan seperti aku... dulu tapi sedikit menyerupai aku...kinimereka kasih pekerja seperti aku namun tempatnya di puncak-puncak cemara yang tinggi-tinggi...

Sabtu, 15 Mei 2010

Bab XXI

17 april tahun 25jam bandul tua menunjuk angka 12. angka di ujung segala kebaikan13 angka itu. duduk menunggu di tepi pintu menanti jarum jam panjang detak detik ke dekapannya. sekali. lagi dia tak mengenainya.aku ada dalam bayang nyata. katanya di tengah gedebak gedebuk buku-buku terjatuhlahir untuk menangi?tidak mungkin. lagi. siapa peduli. pada angka 13lemah-lemah dia tatap air di danauterpantul juga. ketakutan wajah merah mudanya. pelangi di atas langit melengkung dari ujung ke ujung.menunggu-nunggu aku citra dirinya. melepas angin selepas bebas. sepoi. hidup cuma ini. mari birukan hati ini. hari ini. dengan melototkan mata bila dekat-dekat hari. dia datang menggunting tepat di tengah...

Manna Surgawi

O penciptaku dan tuhanku tersembunyi dalam sakramen maha kudusjiwa ini memuliakan dikau karena segala karya jemarimukau sentuh aku membuka matakumengajakku melihat kebijaksanaan kebaikan dan kerahimanmu Kau hamburkan begitu banyak keindahan untuk kunikmatimereka berbicara kepada telingaku tentang keindahanmu meski itu cuma pantulan kecil cahaya matamu yang tak terselami Mataku yang disinari oleh iman kau berikau mampukan melihat rupamu di setiap bekas telapak kakikumaka hatiku tenggelam dalam kemuliaan dan doa Hari ini saat lembayung dihinggapi gelapkeindahanmu masih memberi aku senyumkau sentuh aku saat bintang muncul satu-satu Bibirmu sendiri, guru, kau berikan untuk jiwakukau peluk erat-erat...

Jumat, 14 Mei 2010

Untuk Rasul

Hari ini saat matahari pagi keluar menyambut pekat malam, bapa penguasa sorga menemui rasulnya. persabungan antara asa dan kenyataan meredahkan dendam dan benci. cuma cinta dan kasih menjadi satu bersama butir air mata deras. Deras duka hati yang keluar meluap-luap dari tingkap mata hati dunia. kerahiman bumi menerima rela rasulnya. untuk bersatu lagi bersama kefanaan melangkah ke dalam rerimbunan kebakaan jiwa. Hari ini, setelah bulan tinggal putih, sendirian di kaki langit, matahari bersinar terik sekali, menerangi jalan rasul, menyambut jemari bapa untuk... Bersembah sujud dalam doa. tepat di hadapan tahtanya. tepat di depan hati kudusnya. tepat di bawah roti yang melayang lembut. sebagai...

Sicka

Aku mulai berharap suatu saat aku dan dia bertemu di waktu di tempat yang semestinyabukan di dalm bingkai misteri lagicoba tunjukkan merah bibirmu sekali lagi untuk kukenang dan kuulangi semua guratnyamaafkan kalau tak pernah kuberikan senyum semanis yang saat itu kau inginkanhanya saja kuharapkan kau duduk lagi di sana memalingkan wajah suarmu dan tersenyum padaku Kujanji akan menyalami semua artimu apa yang ingin kau berikan, katakan semuanya, jangan peduli pada waktu dan masatersenyumlah dikau di tidurku bawakan aku bahagiamu di dalam harikuwalau nanti kita tak kan pernah berjumpa, kekang saja hasratuntuk tak tersenyum lagi pada kemana semuasiapa saja masih ingin kau tersenyumaku yang tak...

Gadis Itu

Angin dan juga hujan membawanya ke tempat berteduhkugadis itu yang datang kemari dengan maksud sangat baikmenarik Panas terbentang di depan tubuhku, dia belum tahu itugadis itu menarik jiwaku padanya taman penuh cinta jiwa barujatuh hati tak sadar dia lepaskan auranya menerobos benteng-benteng kuatdi depan jatung dan hatidi dekatku gadis itu tak lepas kuperhatikan, menyerap semua candanyasaat dari ujung alis matanya bibirnya kulihat merah bergetar dia bicara hidungnya di macungoh sayu meruntuhkan sengatan matanya lalu kujimatkan kata sakti agar kuasa menahanberatnya hati kerena penuh oleh kasih sayang sbab tungkaiku hampir pasrah pada kekuatannya send...

Kamis, 13 Mei 2010

Hon Sunyi

Rasa terganggu atau pikiran mengoncang rasa itu?tak pernah tahu, yang pasti jadinya abuabu, ya abuabukecewa dan terlahir insan ke dunia dalam hidup matahari bulanmerayap dan disematkan sayapakhirnya terbang ke pula seberang indah bayangkan jangan disesalkan kata itujangan airmata menetes ke bumi yang tenang pemberi dan pengambil Hon bukan dia Hon bukan selalubisa menarik lalu menarik semua insan yang mendektasunyinya jiwa lambangkan tenangnya pikiran ragukan inginnya seperti semua maunya seperti diasemua jadi indah jauh dapat merapat gelegarkan tawalambai sudah jarijari lima lalu senyum menghias merahnya bibir itu Insan cinta Hon cintadia insan cinta wanita Hon insan cinta priadada jadi...

Pages 121234 »

 
Powered by Blogger